Sebuah pengalaman yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dapat saya bagi bersama anda.Anda dapat belajar merenungi apa yang saya ceritakan dalam blog ini,juga sebagai bahan pembelajaran bagi saya sendiri. KITA BISA BELAJAR BANYAK DARI PENGALAMAN
Kamis, 05 Desember 2013
Cuap cuap
Sosok wanita itu selalu menunduk ketika aku lewat. Entah sedang termenung, tidur, atau mungkin menatap saja kaki-kaki yang lewat disekitarnya. Mungkin juga membandingkan macam-macam model sepatu yang dipakai oleh pengguna jalan. Tak berani mendongak walau sebentar. Sudah berapa tahun aku selalu melewati jalan itu, dan wanita itu masih terdiam di sana. Pun masih dengan anak dalam gendongannya yang kadang tertidur,kadang memainkan gemericik air bekas hujan kemarin. Dan kau pasti tidak percaya, dia masih menggunakan kostum yang sama. Tidak tahu berapa banyak baju yang sama itu dimilikinya. Banyak yang jatuh kasihan kepadanya lalu memasukkan beberapa koin atau barang seribu rupiah ke dalam mangkok plastik yang setia tergeletak di sebelahnya. Aku taksir umur wanita itu tidak lebih dari empat puluh tahunan. Dia masih muda. Tapi hanya itulah yang dilakukannya setidaknya lima tahun terakhir (sepanjang yang aku lihat), mungkin pun bisa lebih lama lagi. Berapa yang ia dapatkan sehari, tdak ada yang tahu. Mungkin saja cuma seribuan, puluhan ribu, atau jangan-jangan jutaan seperi banyak berita pengemis yang menjadi jutawan akhir-akhir ini. Mendapatkan uang dengan bermodalkan penampilan yang membuat orang mudah kasihan. Mereka bahkan kabarnya mendapatkan uang lebih banyak dibandingkan karyawan kantoran yang berpeluh dan berkeringat bekerja setiap hari. Sebenarnya apa ya poin yang hendak saya sampaikan.Terkadang kita merasa dlema ketika melihat para pengemis ini dijalanan. Nggak dikasih tapi kasihan, dikasih tapi bikin ngajarin mereka untuk keterusan ngemis.Tidak hanya peran pemerintah di sini yang dibutuhkan untuk memberantas kemiskinan dan pengemis. Kesadaran dan niat untuk keluar dari kesulitan itu juga diperlukan dari pribadi yang bersangkutan. Intinya, pemerintah dan masyarakat sama-sama berperan penting. Pemerintah dengan program pemberantasan kemiskinan dan pemberdayaan individu serta edukasi untuk memandirikan para pengemis sehingga memiliki pekerjaan sendiri yang layak, serta peran masyarakat untuk tidak membiasakan memberi sehingga para pengemis kapok untuk mengemis lagi dan berusaha untuk bekerja.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar