Jumat, 19 September 2014

Rel Kereta Api

Pernah naik kereta bogor-tanah abang, atau sebaliknya lah. Pernah melongo keluar jendela kereta?melihat sekitar jalan sepanjang rel kereta antara tanah abang dan manggarai. Mungkin yang ngga ngeh adalah mereka yang terlalu lelah dengan perjalanan kehidupan sehingga hanya bisa menatap kosong adari jendela kereta atau mereka yang tidak sempat sama sekali untuk melihat keluar jendela karena terjepit ditengah kerumunan penumpang yang berdesakan. Bagi yang sempat melihat mungkin akan melihat sebuah pemandangan yang agak aneh. Yap, orang-orang yang tinggal disepanjang jalur kereta itu. Tidak, bukan rumah. Mereka bukan tinggal di sebuah tempat yang layak kita sebut rumah. Tempat berteduh?hmmm mungkin bisa dibilang begitu. Beratapkan terpal atau seng bekas dengan berlantaikan tanah. Jangan tanya dindingnya dari apa. Tidak ada dinding sama sekali. Hanya beberapa tiang yang dipancangkan sebagai penghubung antara atap dan tanah. Setiap pagi jika saya sempat untuk melongokkan kepala melalui jendela maka kita bisa lihat aktifitas beberapa manusia di depan 'rumah' mereka. Ada yang tidur, menyapu halaman, minum sambil ngerokok, atau mencuci piring d depan rumahnya. Semua itu terlihat dengan sangaat jelas. Bahkan oleh saya yang berada di kereta yang sedang melaju pun. Saya bisa lihat ada ibu-ibu yang sedang tidur, bapak-bapak yang sedang nongkrong. Bertanya-tanya saya di dalam hati. Mereka tinggal disitu? Itu rumah mereka? Bagaimana mereka bisa hidup disitu? Terkadang saya melihat sebuah 'kesan'. Saya ngga tahu ini 'kesan' yang bagaimana. Mohon maaf jika kesan saya ini salah. Kesan saya itu adalah mereka seperti orang yang punya waktu kehidupan yang berbeda dengan kita. Mereka tidur kelelahan dipagi hari seolah-olah mereka telah bekerja dengan sangat keras di malam hari. Dengan berlatar belakang warung-warung yang tidak pernah buka 'sepertinya' di siang hari. Begitulah. Bisa ditebak sendirikan apa yang ada dipikiran saya? Mohon maaf kalo saya berpikir terlalu jauh ato salah? Sa
ya tidak bisa menghilangkan imajinasi saya ketika melihat keadaan mereka. Atau semoga dugaan saya salah. Dan saya hanya bermain dengan imajinasi saya sendiri.

Tidak ada komentar: