Selasa, 28 Juli 2015

Syawal

Masih di bulan Syawal. Orang-orang yang tinggal di jakarta sudah kembali ke ibukota. Melanjutkan kehidupan setelah 'break'sejenak di kampung halaman. Melupakan sementara yang menjadi beban pikiran. Kini saatnya kembali menghadapi realita. Pulang ke kampung halaman memang sayang untuk dilewatkan setiap tahunnya. Terlebih di momen lebaran dimana semua orang berlomba-lomba untuk berkumpul bersama dengan semua keluarga. Tak dapat cuti pun tak apa-apa. Setidaknya masih ada cuti bersama, yang sayang untuk dilewatkan begitu saja hanya dengan tinggal di jakarta. Lalu penuh sesaklah bus antar kota, pesawat dan kereta jawa. Mengantarkan seluruh penumpangnya ke kampung halaman mereka. Lalu siapa yang tinggal di jakarta. Tenang saja. tetap ada. Mereka yang tidak boleh cuti oleh atasan, mereka yang katanya penyuka tantangan dan memilih untuk menyisakan jatah cuti untuk mendaki gunung dan teman-temannya, atau mereka yang merasa perlu menghemat uang untuk keperluan mendesak lainnya. Walaupun cuma sebentar dan sesaat, mudik sayang sekali untuk dilewatkan. Namun, sekarang sudah saatnya kembali bekerja. Melupakan hari berleha-leha ketika di kampung. Berhitung kembali dengan waktu di Jakarta. Kembali mengejar kereta dan bis kota, untuk mencari sesuap nasi pengawal cerita.

Tidak ada komentar: