Selasa, 17 Juli 2012

Dari Pintu ke Pintu

Suatu siang saat saya berjalan menelusuri koridor kosan, saya mendengar suara-suara yang sepertinya tidak asing. Saya mendengar seperti ada orang yang berbicara di balik pintu-pintu kamar itu. Tapi, anehnya mereka berbicara dengan bahasa yang tidak saya mengerti. Saya yakin itu bukanlah bahasa Indonesia ataupun salah satu bahasa daerah di Indonesia. Saya meneruskan perjalanan menuju dapur sambil berpikir kira-kira suara apakah itu. Sambil mengambil air minum yang menjadi niat utama saya awalnya, saya masih memikirkan suara itu. Sekali lagi saya melewati koridor itu. Suara-suara yang tadi saya dengar masih ada ternyata. Tahhkah kawan, suara-suara apakah yang saya dengar di balik pintu-pintu itu? Setelah saya kembali ke kamar dan menatap langit siang yang terik dari jendela kamar, akhirnya saya menyadari. Wah, ternyata suara-suara itu juga datang dari kamar saya. Suara yang berasal dari laptop yang sedang menayangkan tayangan produksi negeri ginseng di seberang sana... Sekali lagi saya berpikir, alangkah hebatnya invansi budaya negara tersebut, sampai-sampai kalangan mahasiswa pun tak mau ketinggalan dengan para remaja ababil dalam menggilai tayangan-tayangan Korea. Bahkan , terkadang pada beberapa orang , kegilaan tersebut sudah menggganggu fungsi kehidupan yang sebenarnya (menurut saya). Sekarang, saya melihat ke diri sendiri, bagaimana dengan saya?

Tidak ada komentar: