Rabu, 19 September 2012

Jakarta

Hari ini libur..hore..Emang hari ini hari apa sih?Sabtu?bukan. Minggu?juga bukan. Tanggal merah?halah bukan lagi. Hari ini adalah hari pilkada di Jakarta. Jadi semua kantor di Jakarta di liburkan. Kira-kira siapa yang bakalan menang ya? kandidat nomor 1 kah?atau nomor 3?. Menurut ku siapapun itu, yang penting punya niat yang tulus untuk menjadi pemimpin Jakarta. Jangan hanya ngumpin uang doang, atau sekedar menghitung laba rugi hasil kampanye dan yang didapatkan. Tak usah jauh-jauh melihat betapa Jakarta ini sangat berantakan. Naik saja kereta Jabodetabek jurusan Jakarta Kota-Bogor, maka bisa terlihat dengan mudah rumah-rumah yang tersusun semrawutan, lingkungan yang kotor dan tidak terawat, serta perkampungan kumuh. Setiap hari pengguna jasa kereta pasti melihat pemandangan itu disepanjang rel kereta. Satu lagi, jalan menuju bandara maupun keluar dari bandarajuga menghadirkan pemandangan yang ironis. Di sepanjang jalan yang banyak dipenuhi dengan banner-banner perusahaan elektronik luar negeri, ucapan selamat datang dari berbagai kepala daerah, terlihat di pinggir jalan dan di bawah jembatan layang-layang betapa semrawutnya jakarta. Malu ga sih tuh Jakarta? jalan masuk para pelancong dari luar negeri disuguhi dengan pemandangan yang seperti itu. Tidak salah kalau mereka sudah membayangkan betapa kotornya Jakarta sebelum benar-benar melaju ke pusat kota Jakarta. Atau mungkin mereka melihat Indonesia dari pemandangan itu. Tugas siapa itu? tentu saja tugas pemerintah dan masyarakat Jakarta sendiri. Pemerintah berperan penting meberdayakan masayarakat dan mengatur infrastruktur. Masyarakat?jangan hanya sibuk menyalah-nyalahkan penerintah. Masyarakat juga harus mulai dari diri sendiri untuk melakukan tindakan konkret menjaga kota Jakarta. Jadi, siappun yang terpilih, semoga Jakarta bisa terbenahi...

Tidak ada komentar: