Rabu, 03 Oktober 2012

Mungkin Ini Hanya Kejadian di Indonesia

Kereta api Commuter Line tidak menginjinkan satu orang pedagang pun untuk berjualan di dalamnya. Tapi, siapa sangka, ibu-ibu penjual kue mampu menyiasatinya saat pagi hari. Waktu yang tepat bukan, berjualan saat pagi hari banyak pengguna jasa kereta tidak sempat sarapan di rumah sebelum berangkat untuk beraktivitas. Mungkin ini hanya bisa kejadian di Indonesia. Ibu-ibu berpakaian ala kantoran atau semacam ibu-ibu yang akan mengantar anaknya sekolah, membawa tas jinjingan yang ternyata berisi makanan kecil yang akan dijual pada penumpang kereta. Apakah petugas kereta tidak tahu akan hal ini?mungkin saja tahu, tetapi mereka memakai prinsip 'ya sudahlah, biarkan saja'. Penumpang yang kebanyakan ibu-ibu (karena memang saya melihat di gerbong khusus wanita)malah senang dengan adanya penumpang yang berdagang ini. Lontong
, risoles, atau sekedar bakwan hangat bisa dinikmati di atas kereta yang ber AC sambil berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. Sekali lagi, mungkin ini hanya kejadian di Indonesia Lain lagi dengan para tukang ojek atau pengguna motor yang sering saya lihat di salah satu daerah pusat perkantoran. Jalan raya yang hanya mempunyai satu arah membuat para tukang ojek memilih untuk mangkal di trotoar. Mereka pun menggunakan trotoar sebagai jalan raya. Begitu juga dengan para pengendara motor lainnya. Mungkin ini hanya kejadian di Indonesia. Para pejalan kaki mau tidak mau harus rela berbagi tempat dan kenyamanan dengan para pengguna motor ini.Ketika berjalan siap-siap saja untuk mendengar bunyi klakson motor atau derungan sepeda motor dari belakang. Sekali lagi, mungkin ini hanya kejadian di Indonesia

Tidak ada komentar: