Selasa, 09 Oktober 2012

"Mahal"

Salah satu yang saya ingat ketika mendatangi salah satu rumah sakit hari ini adalah sebuah ungkapan yang beberapa tahunlalu terpajang di dinding salah satu ruang kelas saat aku SMA. Bunyi ungkapan yang tertempel di dinding itu begini "mSakit itu memang mahal, tapi sehat jauh lebih mahal". Hari ini aku kembali diingatkan dengan ungkapan tersebut. Selama di rumang sakit siang tadi, beberapa kali temanku mengernyitkan dahi melihat total tagihan yang harus dia keluarkan untuk sekali pengobatan ke rumah sakit. Itu pun hanya ke dokter umum, bukan dokter spesialis. Temanku menghitung jumlah rupiah yang tersisia di dompetnya sambil berpikir antara rela dan tidak untuk mengeluarkan rupiah-rupiah tersebut. Sakit memam=ng benar-benar mahal. Sakit memang mahal karena membuat kita harus mengeluarkan uang sekian rupiah untuk biaya pengibatan. Bahkan tidak jarang orang-orang yang memiliki banyak uang tapi hanya habis untuk biaya pengobatan. Mahala yang dipadankan dengan kata sakit memang berhubungan dengan uang. Kalau sehat itu 'mahal', lain lagi artinya. Mahal bukan berarti uang. Sehat menjadi mahal karena begitu berharganya dia. hanya orang-orang yang pernah sakitlah yang tahu betapa mahalnya sehat. menarik bukan. Satu kata yang memiliki makna berbeda dalam sebuah ungkapan. Poin pentingnya sederhana saja. Syukurilah kesehatan selagi kita masih sehat...

Tidak ada komentar: