
Selesai sudah magang di TPAM ( Taman penegmbangan Anak Makara). Walaupun begitu, karena sudah sebulan bergaul dengan anak-anak masih terbayang-bayang wajah mereka yang lucu-lucu dengan tingkah-tingkah yang unik. Bisa bikin geleng-geleng kepala dan mengrut dada, bisa juga bikin tersenyum dan ketawa ngakak.
Salah satu insight yang aku dapatkan setelah magang di sana adalah ternyata secara teori terlihat mudah dan terarah untuk megarahkan anak-anak, padahal pada kenyatannya teori tidaklah semudah mempraktekkkanya. Dan menurutku, pendidikan di TPAM telah berhasil mengaplikasikan teori ke dalam aplikasinya. Anak-anak di sana ternyata bisa lebih mandiri, contohnya bisa makan sendiri, memberekan mainan sendiri, cuci tangan sendiri (malah terkadang kalaw dibantu mereka marah hihihi..). anak-anak umur seguti memang lagi getol-getolnya untuk menunjukkan self autonomy-nya.
Setiap melihat mereka berlarian dan bergerak,aku tersadar bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan mereka. Anak-anak usia dini, yang jika di didik dengan moral yang baik, menjunjung arti kejujuran, maka mungkin bangsa yang sudah carut-marut ini bisa bangkit untuk maju. jadi kesaimpulannya, untuk mengubah bangsa tidak perlu menghina-hina kebijakan pemerintah, meneriaki presiden lamban dan cengeng, memaki pemerintah tidak becus mengurus negara, dsb. tapi, cukup dengan mendidik anak-anak memiliki akhlak yang baik dan bisa berpikir cerdas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar